Kemajuan teknologi digital yang pesat telah mempengaruhi berbagai aspek
kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu keterampilan penting yang diperlukan
untuk pembelajaran efektif di era digital adalah Kompetensi Pembelajaran
Digital (DLC). Meskipun jumlah siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di
Tiongkok cukup signifikan—sepertiga dari total siswa sekolah menengah
atas—penelitian mengenai kebutuhan DLC mereka masih terbatas.
Hal ini bertujuan untuk mengusulkan elemen dan model struktural untuk
Kompetensi Pembelajaran Digital Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (V-DLC).
Penulis mengembangkan kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data dari 872
siswa SMK, dan menganalisisnya menggunakan teknik statistik seperti analisis
faktor eksplorasi dan konfirmasi.
Kerangka kerja
ini menyarankan bahwa evaluasi kompetensi pembelajaran digital harus
mempertimbangkan dimensi-dimensi tersebut serta pengalaman belajar siswa di
berbagai konteks. Dengan fokus global pada pengembangan kompetensi digital,
model ini diharapkan dapat memandu penelitian lebih lanjut dan meningkatkan
kemampuan siswa SMK dalam lingkungan digital. Selain itu, adaptasi sistem
pendidikan kejuruan terhadap tuntutan digitalisasi sangat penting untuk
mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja yang semakin bergantung pada
teknologi, selaras dengan tren pasar kerja modern dan global.
Kompetensi
pembelajaran digital merupakan keterampilan krusial bagi siswa sekolah menengah
kejuruan (SMK) dalam konteks pembelajaran dan pekerjaan di masa depan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai kompetensi pembelajaran
digital siswa SMK dengan mengembangkan indikator evaluasi dan kuesioner yang
sesuai. Kompetensi pembelajaran digital terdiri dari tiga komponen: kemampuan,
tujuan, dan kemauan. Kemampuannya meliputi pemrosesan informasi kognitif,
keterampilan membaca, penggunaan teknologi, dan keterampilan berpikir.
Sasarannya mencakup manajemen waktu, manajemen tugas, manajemen mitra, dan
manajemen sumber daya. Kehendak terutama tercermin dalam kesediaan; ini
terutama mengacu pada keyakinan belajar, motivasi, dan kemanjuran diri.
Pada dasarnya
kompetensi pembelajaran digital siswa sekolah menengah kejuruan (V DLC) mencakup
lima dimensi yang saling berhubungan erat:
1. -> Pemrosesan
kognitif dan membaca: Menyediakan dasar kognitif untuk aktivitas digital.
2. -> Penggunaan
teknologi: Menekankan perlunya keterampilan teknologi untuk efektivitas
digital.
3. -> Keterampilan
berpikir dan manajemen aktivitas: Penting untuk membimbing siswa dalam mencapai
tujuan belajar.
4. -> Manajemen
kemauan: ermasuk motivasi dan efikasi diri yang penting untuk perilaku belajar
yang berkelanjutan.
Kesimpulan pada hal ini, menekankan
pentingnya kompetensi digital dalam pembelajaran kejuruan dan menyediakan
kerangka kerja yang efektif untuk evaluasi dan pengembangan keterampilan
digital siswa. (oleh : Khilda Nur Aulia)
